NCP-Net Centric Warfare
Nama : I Gede Agus Eka Putra
NIM : 1805551160
Prodi : Teknologi Informasi
Fakultas : Teknik
Universitas : Universitas Udayana
Mata Kuliah : NETWORK CENTRIC PRINCIPLE
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST, MT
Net Centric Warfare
Net Centric Warfare merupakan sebuah penerapan Net Centric
Principles khusus untuk kebutuhan militer yang
meliputi teknikal peperangan, strategi, hingga
pemindaian musuh
Software Define Networking (SDN)
SDN adalah suatu metode atau paradigma yang memisahkan antara Control Plane dan Forwarding Plane. Pada jaringan tradisional atau jaringan non-SDN, kedua fungsi diatas berada dalam satu perangkat yang sama. Control Plane sendiri adalah fungsi pengaturan atau kontrol pada suatu perangkat jaringan, sedangkan Forwarding Plane adalah fungsi dari pengiriman paket-paket informasinya. Jika mengutip istilah dari SDxCentral Control Plane ini bisa kita ibaratkan seperti sebuah “otak” yang mengatur lalu lintas data, sedangkan Forwarding Plane bisa kita ibaratkan seperti “otot” yang hanya berfungsi untuk mengirimkan paket ke tujuan sesuai permintaan si otak tadi.
Beberapa aspek penting dari SDN adalah :
- Adanya pemisahan secara fisik/eksplisit antara forwarding/data-plane dan control-plane
- Antarmuka standard (vendor-agnosic) untuk memprogram perangkat jaringan
- Control-plane yang terpusat (secara logika) atau adanya sistem operasi jaringan yang mampu membentuk peta logika (logical map) dari seluruh jaringan dan kemudian memrepresentasikannya melalui (sejenis) API (Application Programming Interface)
- Virtualisasi dimana beberapa sistem operasi jaringan dapat mengkontrol bagian-bagian (slices atau substrates) dari perangkat yang sama.
Kekuatan utama dari SDN adalah virtualisasinya. Virtualisasi adalah membuat versi maya (virtual) dari suatu sumber daya (resource) sehingga pada satu sumber daya fsik dapat dijalankan atau disimpan beberapa sumber daya maya sekaligus, dengan syarat unjuk kerja masing-masing sumber daya maya itu tidak berbeda signifkan dengan sumber daya fsiknya. Beberapa hal yang dapat divirtualisasikan antara lain seperti Sistem operasi, media penyimpanan, aplikasi, hardware, jaringan, layanan di jaringan.
Virtualisasi ini dimungkinkan karena perkembangan teknologi hardware yang sedemikian pesat sehingga kemampuan sebuah sumber daya fsik berada jauh di atas tuntutan penggunaannya sehinga sebagian besar waktu atau kapasitasnya tidak terpakai (idle). Kapasitas atau kemampuan lebih ini didayagunakan dengan menjalankan atau menyimpan beberapa sumber daya maya (tergantung pada kemampuan dan kapasitas sumber daya tersebut dan beban kerjanya) sehingga dapat menghasilkan efsiensi yang lebih tinggi.
Virtualisasi memerlukan Hypervisor. Hypervisor berfungsi sebagai Virtual Machine Manager (VMM) yaitu bagian yang melakukan abstraksi dari perangkat keras fisik menjadi perangkat keras virtual dalam rangka mendistribusikan beban kerja dari semua mesin virtual (VM) ke masing-masing perangkat keras secara proporsional.
Referensi
[1] I Putu Agus Eka Pratama. 2021. “PPT Materi Pertemuan 4 Network Centric Principles”. Universitas Udayana
Komentar
Posting Komentar